Tausiyah Musix

Monyet teriak monyet

Hasil gambar untuk monyet
Foto : http://sudarjambi.blogspot.com
“Hai Monyet!!!”
eh… gak sadar yang panggil monyet ternyata temannya monyet.
Suatu siang ketika makan di sebuah warung di pinggiran jalan raya Rumah Sakit ternama di Surabaya, tak sengaja mendapat pelajaran yang sangat berharga. Sambil menyantap nikmatnya nasi lodeh, terlihat seorang wanita berpenampilan bersih, rapi dan tampak terpelajar. Keluar dari sebuah toko hendak mengendarai sepeda motor maticnya.
Ketika hendak melaju tiba-tiba berhenti dan berteriak keras dengan bangganya
“He Monyet! lapo koen (sedang apa kamu)?”
Sontak seorang wanita yang dipanggil langsung menjawab
“iki loh arep tuku barang (ini mau beli barang)”
menjawab dengan penuh malu bergegas masuk ke dalam toko.
Wanita tersebut rupanya teman dari pengendara sepeda motor yang hendak melanjutkan perjalanan.
Dalam hati langsung bertanya-tanya dan kasihan :
– kasihan  wanita yang berpendidikan kok dipanggil monyet.
– terus yang teriak kencang panggil-panggil monyet “Bukankah Temannya Monyet!!!!???!!!”.
Mungkin inilah yang dimaksud dalam Al-Qur’an
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri …” (Q.S: al-Isra’: 7)
Secara tidak sadar orang yang memanggil temannya dengan panggilan monyet berarti temannya monyet juga.  Bukankah lebih mulia dan bangga bila memanggil teman kita dengan sebutan yang baik dan mulia, berarti kita memiliki teman yang baik dan mulia.